Header Ads

ads header

Tugas Bukan karena Jabatan dan Uang, Melainkan Panggilan dan Ilmu

 


DEIYAI, Anakkampung.com – Tugas dan tanggung jawab bukan semata-mata karena jabatan dan uang, melainkan merupakan panggilan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan serta mengabdikan diri kepada masyarakat sesuai dengan jabatan dan tanggung jawab yang diberikan.

Demikian disampaikan mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Deiyai, Martinus Tekege, S.Pd., saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (3/11/2026).

Lebih lanjut, Martinus menjelaskan bahwa setiap pejabat, mulai dari pimpinan eselon II, eselon III, eselon IV hingga staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, harus bekerja berdasarkan panggilan pengabdian dan tanggung jawab masing-masing.

“Kita sebagai pimpinan eselon II, eselon III, eselon IV, maupun staf di lingkungan kabupaten harus bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai panggilan dan tugas yang diberikan. Saya melihat masih ada pejabat dan pegawai yang lebih banyak berpikir tentang uang daripada memperhatikan pekerjaan dan tanggung jawab yang diemban,” jelasnya.

Selain itu, Tekege menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan perkotaan. Ia mencontohkan tata kota di Kabupaten Sorong yang menurut pengamatannya terlihat rapi dan bersih, tanpa kebiasaan membuang puntung rokok, meludah pinang, atau membuang sampah sembarangan di jalan raya maupun di lingkungan kompleks perumahan.

Menurutnya, kebersihan dan ketertiban lingkungan harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, agar Kabupaten Deiyai dapat berkembang menjadi daerah yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Martinus juga berharap agar pemimpin yang akan datang di Kabupaten Deiyai mampu membangun sumber daya manusia melalui penempatan pegawai sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), kompetensi, serta latar belakang pendidikan masing-masing.

“Harapan saya, kepala dinas dan pemimpin yang nantinya terpilih di Kabupaten Deiyai harus mampu mengaderkan dan membina pegawai sesuai dengan tupoksi pekerjaan, bukan menempatkan orang secara asal-asalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penempatan pejabat harus mempertimbangkan jurusan dan latar belakang pendidikan yang dimiliki agar setiap orang dapat bekerja sesuai dengan keahliannya. Dengan demikian, pembangunan Kabupaten Deiyai ke depan dapat berjalan lebih terarah, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(JP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.