Waspada ASF, drh. Daud Edowai Imbau Peternak Babi di Papua Tengah Tingkatkan Kewaspadaan
Nabire, Anakkampung. Com— Peternak babi di wilayah Kabupaten Nabire diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Penyakit yang menyerang ternak babi ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian ternak dan menimbulkan kerugian bagi peternak.
Imbauan tersebut disampaikan melalui edukasi kesehatan hewan yang menampilkan drh. Daud Edowai, Penyuluh/Petugas Veteriner Lapangan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala yang perlu diwaspadai serta langkah penanganan awal apabila ditemukan babi sakit atau mati mendadak.
Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah tanda yang perlu mendapat perhatian peternak antara lain babi terlihat lesu atau tidak aktif, kehilangan nafsu makan, mengalami demam, serta menunjukkan perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau kebiruan, terutama pada bagian telinga dan perut.
Selain itu, dapat ditemukan bintik-bintik merah pada kulit, selaput lendir, atau bagian tubuh lainnya yang mengarah pada kemungkinan perdarahan.
Namun, gejala tersebut tidak secara otomatis memastikan bahwa ternak terserang ASF. Pemeriksaan dan penegakan diagnosis harus dilakukan oleh petugas kesehatan hewan yang berwenang.
Terapkan Langkah Pencegahan dan Biosekuriti
Untuk mencegah penyebaran penyakit, peternak diimbau menerapkan langkah-langkah berikut:
- Membatasi kontak dengan babi yang sakit dan tidak memindahkannya ke tempat lain tanpa arahan petugas.
- Tidak menjual, memotong, atau mengonsumsi babi yang sakit maupun mati mendadak.
- Tidak memberikan bangkai atau daging dari ternak yang sakit atau mati kepada ternak lain.
- Membatasi keluar-masuk orang, kendaraan, dan peralatan ke area kandang.
- Menggunakan perlengkapan khusus saat memasuki kandang serta membersihkan dan mendisinfeksi peralatan sesuai petunjuk petugas.
- Segera melaporkan kejadian babi sakit atau mati mendadak kepada petugas kesehatan hewan atau dinas yang membidangi peternakan setempat.
- Tidak melakukan pengobatan maupun vaksinasi secara mandiri tanpa arahan petugas berwenang.
Peternak Diminta Segera Melapor
Kewaspadaan dan pelaporan dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak babi. Peternak diharapkan tidak mengabaikan perubahan kondisi ternak, terutama apabila terjadi kematian mendadak atau ditemukan beberapa ekor babi sakit dalam waktu berdekatan.
Melalui penerapan biosekuriti dan kerja sama antara peternak dengan petugas kesehatan hewan, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan dan keberlangsungan usaha peternakan masyarakat dapat lebih terlindungi.
Jika ditemukan babi sakit parah atau mati mendadak, segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat. Jangan menunggu sampai penyakit menyebar ke ternak lainnya. (*)

Post a Comment