Drh. Daud Edowai Imbau Peternak di Papua Tengah Waspadai Ancaman ASF pada Babi
Deiyai -Anak kampung. Com— Peternak babi di wilayah Provinsi Papua Tengah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada babi dan menimbulkan kerugian bagi peternak.
Imbauan tersebut disampaikan oleh drh. Daud Edowai, yang meminta para peternak tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit pada ternak. Ia juga menekankan pentingnya konfirmasi kepada petugas kesehatan hewan apabila terdapat dugaan kejadian ASF di wilayah Papua Tengah.
Informasi mengenai dugaan kasus tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh petugas berwenang agar penyebab penyakit dapat dipastikan.
Peternak Diminta Menjaga Kebersihan Kandang
Dalam imbauannya, drh. Daud Edowai mengingatkan peternak agar menerapkan langkah-langkah pencegahan atau biosekuriti di lingkungan peternakan.
Langkah tersebut meliputi pembatasan lalu lintas orang dan babi ke kandang, menjaga kebersihan lingkungan, serta membersihkan dan melakukan disinfeksi kandang beserta peralatannya secara rutin.
Peternak juga diminta tidak memberikan sisa makanan kepada babi apabila pengolahannya tidak memenuhi ketentuan kesehatan hewan. Babi yang sakit harus segera dipisahkan dari ternak sehat dan dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan.
Selain itu, babi yang sakit tidak boleh dijual atau dipindahkan ke tempat lain karena tindakan tersebut berisiko memperluas penyebaran penyakit.
Babi Sakit atau Mati Mendadak Harus Segera Dilaporkan
Drh. Daud Edowai mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat apabila menemukan babi yang sakit atau mati secara mendadak.
ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular pada babi domestik maupun babi liar. Penyakit ini tidak menular kepada manusia, tetapi dapat menyebabkan kematian ternak dalam jumlah besar dan mengancam keberlangsungan usaha peternakan masyarakat.
Meski demikian, dugaan ASF harus dipastikan melalui pemeriksaan dan konfirmasi oleh petugas berwenang. Gejala klinis atau kematian mendadak saja tidak cukup untuk menetapkan diagnosis.
Lindungi Ternak Menjelang Natal dan Tahun Baru
Kewaspadaan peternak menjadi penting menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, ketika aktivitas perdagangan dan perpindahan ternak dapat meningkat.
Penerapan biosekuriti, pembatasan perpindahan babi, serta pelaporan secara cepat menjadi langkah penting untuk melindungi ternak dan mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Drh. Daud Edowai mengimbau para peternak agar tidak menunggu sampai banyak ternak terdampak sebelum mengambil tindakan. Jika ditemukan tanda-tanda penyakit atau kematian babi secara tidak wajar, peternak perlu segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan setempat.
Upaya pencegahan dan kerja sama antara peternak, pemerintah daerah, serta petugas kesehatan hewan diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan ternak dan melindungi sumber penghidupan masyarakat di Papua Tengah. (*)

Post a Comment