Header Ads

ads header

Kenang Perjuangan Panjang Asrama Koteka Moge (Kotemo), Warisan Nilai Budaya dan Kekeluargaan Meepago

 

Pondok Kotemo kini di bangun Menjadi Asrama Koteka Moge Yang Permanen. 


Deiyai– Anakkampung.com – Asrama Koteka Moge (Kotemo) menjadi salah satu tempat bersejarah bagi pelajar dan mahasiswa asal Meepago yang menempuh pendidikan di Manokwari. Perjalanan panjang Kotemo menyimpan banyak kisah perjuangan, pengorbanan, serta nilai-nilai budaya dan religi yang hingga kini terus dipertahankan.


Hal tersebut disampaikan oleh drh. Daud Edowai melalui grup WhatsApp Fokal - IMPT Manokwari Papua Tengah. Dalam pesannya, ia mengenang bagaimana perjuangan awal berdirinya Kotemo dan peran besar para pendahulu yang telah meletakkan dasar bagi generasi mudaMeepago. Minggu,  02/08/2026.


Menurut drh. Daud Edowai, sejak pertama kali Tuan Lamberth Agapa membeli lokasi Asrama Koteka Moge, banyak kisah kasih dan nilai perjuangan yang beliau tinggalkan. Tempat tersebut bukan hanya menjadi sebuah bangunan tempat tinggal, tetapi menjadi rumah bersama yang melahirkan banyak generasi terdidik.


“Banyak cerita tentang Pondok Kotemo, yakni nilai-nilai religi dan nilai-nilai culture Meepago terus dipertahankan walaupun sedang menempuh pendidikan,” ungkap drh. Daud Edowai.


Ia mengatakan, ketika dirinya masih menempuh pendidikan, dirinya tidak sering bermain ke Pondok Kotemo. Namun, ia melihat langsung bagaimana para penghuni asrama memiliki kebersamaan yang kuat dan hubungan kekeluargaan yang sangat kompak.


Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama yang membuat nama Kotemo tetap dikenang hingga saat ini. Walaupun para penghuni telah menjadi alumni dan tersebar di berbagai tempat, ikatan persaudaraan masih tetap terjaga.


Para alumni seperti Wendi Goo dan rekan-rekan lainnya dinilai telah berjuang mempertahankan semangat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.


“Dahulu disebut Pondok Kotemo, namun kini bukan hanya disebut pondok lagi, tetapi menjadi simbol perjuangan, sejarah, dan keluarga besar alumni Manokwari,” tulisnya.


drh. Daud Edowai juga mengajak generasi muda untuk mengenal kembali sejarah Kotemo, termasuk para alumni yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang asrama tersebut.


“Kenali mereka siapa saja alumni Pondok Kotemo, demi mempertahankan kebersamaan dan kekeluargaan alumni Manokwari,” pesannya.


Perjalanan Serupa Asrama Wisellmern Paniai


Selain Kotemo, sejarah serupa juga terjadi pada Asrama mahasiswa Paniai di Manokwari. Sebelumnya, asrama tersebut dikenal dengan nama Pondok Carica.


Setelah Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Sosial di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Menase Kotouki,  SE membeli lokasi Pondok Carica, tempat tersebut kemudian berganti nama menjadi Asrama Wisellmeren Paniai.


Nama Wisellmeren sendiri memiliki sejarah penting karena menjadi nama pertama yang diberikan untuk asrama mahasiswa Paniai oleh Demianus Nawipa.


Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang mahasiswa Papua dalam membangun tempat pendidikan yang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, budaya, persaudaraan, dan semangat belajar.


Keberadaan Asrama Koteka Moge (Kotemo) dan Asrama Wisellmeren Paniai menjadi bukti bahwa perjuangan para pendahulu telah meninggalkan warisan berharga bagi generasi muda Meepago. Warisan itu berupa nilai kebersamaan, budaya, iman, serta semangat untuk terus membangun masa depan yang lebih baik.(*) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.