Header Ads

ads header

Babi Warga Deiyai Kejang-Kejang, John Pigai: Kita Butu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)

 



DEIYAI – AnakKampung.com. Kepedulian terhadap kesehatan ternak masyarakat di Kabupaten Deiyai kembali mendapat tantangan. Seorang peternak menghubungi John Pigai, Paramedik Veteriner (Mantri Hewan), pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIT, untuk meminta pertolongan karena seekor babinya mengalami kejang-kejang.


Menurut John Pigai, saat menerima telepon dari peternak tersebut, dirinya langsung menanyakan kondisi babi.


“Babi-nya kenapa?” tanya John kepada peternak.

Peternak kemudian menjawab bahwa babinya sedang mengalami kejang-kejang.


Mendengar kondisi tersebut, John langsung menyampaikan kesediaannya untuk datang dan memeriksa kondisi ternak.


“Ya, saya datang,” kata John kepada pemilik ternak.

Pemilik babi kemudian menjawab, “Oke, baik. Saya tunggu di rumah.”


Kesulitan Mencari Obat Kejang

Setelah menerima panggilan tersebut, John mulai memeriksa persediaan obat-obatan ternak dan peralatan kesehatan hewan yang dimilikinya. Beberapa obat dan alat kesehatan hewan memang tersedia, namun ketika dirinya mencari obat untuk menangani kondisi kejang-kejang, obat yang dibutuhkan ternyata tidak ada.

“Saya mulai periksa alat kesehatan hewan, seperti obat-obatan ternak dan alat kesehatan lainnya. Tetapi ketika saya mencari obat untuk kejang-kejang, ternyata belum ada,” jelas John.

Obat Kejang-Kejang Pada Ternak Babi


Karena ingin memberikan pertolongan kepada ternak tersebut, John kemudian berinisiatif mencari obat di apotek yang menyediakan obat manusia.


Ia mendatangi apotek dan menanyakan ketersediaan obat untuk kejang. Namun, pihak apotek menyampaikan bahwa obat yang dimaksud tidak tersedia.


“Kami cari di apotek di Deiyai, tetapi obat kejang yang dicari tidak ada,” ungkapnya.


John sempat berpikir untuk kembali ke rumah. Namun, karena sudah berjanji dengan pemilik babi untuk datang dan melihat langsung kondisi ternaknya, ia akhirnya tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah peternak.



Prihatin Melihat Kondisi Babi

Sesampainya di rumah peternak, John melihat kondisi babi yang sedang mulai mengalami kejang-kejang.


Pemandangan tersebut membuat dirinya merasa sedih dan prihatin.

“Saya mulai merasa sedih dan kasihan melihat babi itu. Ternyata babi juga membutuhkan pertolongan supaya bisa hidup, tumbuh dan berkembang biak,” tutur John.


Menurutnya, persoalan kesehatan ternak tidak boleh dipandang sebelah mata. Bagi masyarakat peternak, babi merupakan salah satu aset penting yang dipelihara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Namun, upaya memberikan pertolongan kepada ternak di lapangan masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari ketersediaan obat, peralatan kesehatan hewan hingga jumlah petugas kesehatan hewan.


“Namun kita terbatas dengan obat, alat kesehatan hewan dan petugas kesehatan hewan,” katanya.


John menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya memiliki beberapa jenis obat ternak dan telah membawa obat-obatan lain. Namun, obat yang secara khusus dibutuhkan untuk kondisi kejang memang belum tersedia.


“Ada obat yang bisa digunakan, tetapi saya belum sempat pesan untuk terapi dan belum sempat membawanya. Obat lain saya ada dan saya bawa, tetapi obat kejang memang tidak ada,” jelasnya.

Muncul Gagasan Membuka Klinik Kesehatan Hewan

Pengalaman tersebut membuat John Pigai mulai berpikir untuk membuka sebuah Klinik Kesehatan hewan di Kabupaten Deiyai.


“Saya mulai terpikir untuk buka satu klinik kesehatan hewan supaya saya bisa menolong ternak,” ujarnya.


Menurut John, keberadaan klinik kesehatan hewan akan membantu peternak mendapatkan pertolongan ketika ternaknya sakit atau mengalami kondisi darurat.


Ia berharap ke depan pelayanan kesehatan hewan di Deiyai dapat semakin diperkuat, terutama dalam penyediaan obat-obatan veteriner, peralatan medis dan tenaga kesehatan hewan yang dapat menjangkau peternak hingga kampung-kampung.


Ternak Juga Harus Dirawat

John menegaskan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak yang dipelihara, tetapi juga bagaimana ternak tersebut dirawat dan dijaga kesehatannya.


“Babi kita harus dirawat dan diberikan obat dengan baik oleh manusia. Suatu saat ketika panen, hasilnya akan kembali dan memberikan manfaat bagi kita manusia,” katanya.


Ia menilai perhatian terhadap kesehatan ternak merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan peternak di Kabupaten Deiyai.


John juga mengajak masyarakat peternak agar tidak menunggu ternak dalam kondisi parah baru mencari pertolongan. Jika ternak menunjukkan gejala sakit, perubahan perilaku, tidak mau makan, kejang atau gejala lain yang tidak normal, peternak sebaiknya segera menghubungi petugas kesehatan hewan.


“Ternak juga membutuhkan pertolongan kita. Kalau kita ingin peternakan berkembang, maka kesehatan ternak harus menjadi perhatian bersama,” pungkas John Pigai, Paramedik Veteriner (Mantri Hewan).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.