Header Ads

ads header

Kuasa Pertobatan Nyata, Ev. Jeri Dawapa Perdana Berkhotbah di Jemaat Efata Nabire

Ev. Jeri Dawapa Sedang Kotba Di Jemaat Efata Nabire. 


Nabire – Anakkampung.com – Suasana ibadah Minggu di Jemaat Efata, Karang Tumaritis, Nabire, dipenuhi rasa syukur dan haru ketika Ev. Jeri Dawapa untuk pertama kalinya berdiri di mimbar menyampaikan Firman Tuhan. Momen tersebut menjadi kesaksian nyata tentang kuasa Tuhan yang sanggup mengubah kehidupan seseorang.


Firman Tuhan yang disampaikan mengangkat tema "Tuhan Mengasihi Orang yang Sungguh-Sungguh Bertobat dari Dosa", yang diambil dari 2 Korintus 5:17, dengan pesan bahwa setiap orang yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru; kehidupan yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang.


Rasa bangga dan haru diungkapkan oleh Andreas Badii, S.Kom, Kaum Profesional Klasis Debei. Ia mengaku meneteskan air mata saat menyaksikan adiknya, Ev. Jeri Dawapa, melayani firman di jemaat terbesar di Kota Nabire.


"Sebagai kakak dan senior di Gereja, saya sangat bangga melihat adik saya, yang juga merupakan anak perintis gereja, kini berdiri di altar Tuhan. Ini adalah bukti kasih dan kuasa Tuhan yang sanggup mengubahkan hidup seseorang," ungkap Andreas.


Ia menceritakan bahwa sebelum mengalami pertobatan, kehidupan Ev. Jeri Dawapa dipenuhi berbagai kebiasaan buruk, seperti mengonsumsi minuman keras, merokok, mengunyah pinang, serta kerap terlibat dalam berbagai persoalan. Bahkan, ia pernah menghabiskan malam dengan tidur di para-para jualan di kawasan Pasar Karang.


Namun, setelah mengalami pertobatan, hidupnya berubah secara drastis. Ia meninggalkan kehidupan lamanya, memilih mengikut Kristus, dan kini menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walterpost Nabire sebagai persiapan untuk melayani Tuhan.


Dengan penuh syukur, Andreas menggambarkan perubahan adiknya melalui sebuah kalimat yang menyentuh:


"Dulu memegang botol, pinang, dan suka mencari masalah. Sekarang memegang Alkitab, memimpin pujian dan penyembahan, serta mencari kebenaran di rumah Tuhan."


Ia mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk terus mendoakan Ev. Jeri Dawapa agar tetap setia dalam proses pendidikan teologi dan semakin dipakai Tuhan dalam pelayanan di masa mendatang.


Kesaksian tersebut disampaikan Andreas Badii pada Ibadah Hari Minggu di Jemaat Efata, Karang Tumaritis, Nabire, Minggu, 12 Juli 2026, sebagai ungkapan syukur atas karya Tuhan yang nyata dalam kehidupan adiknya.




Penulis adalah Kaum Fropesonal Klasis Debei Andreas Badii. 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.