Header Ads

ads header

Kampung Wagomani: Pengelolaan Dana Desa Harus Menyesuaikan Kondisi Nyata di Lapangan


Deiyai – Anakkampung.com – Kepala Kampung Wagomani, Beatrix Waine, S.Keb., menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, setiap kampung memiliki tantangan, kebutuhan, dan karakteristik yang berbeda sehingga realisasi anggaran tidak dapat dibandingkan secara sederhana dengan kampung lain. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (25/07/2026).


Beatrix menjelaskan, salah satu tantangan utama di Kampung Wagomani adalah luas wilayah yang mencakup beberapa dusun atau RT yang letaknya saling berjauhan, seperti Tadauto dan Obai. Kondisi geografis tersebut berdampak pada tingginya kebutuhan biaya operasional dan pelaksanaan berbagai program pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.


Selain faktor wilayah, Kampung Wagomani juga memiliki tanggung jawab sosial yang cukup besar. Di kampung tersebut terdapat lima gereja dan satu paroki yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Di bidang pendidikan, pemerintah kampung juga memperhatikan keberadaan dua Sekolah Dasar (SD) dan dua Taman Kanak-kanak (TK) melalui program-program yang dapat didukung sesuai ketentuan penggunaan Dana Desa.

Tidak hanya itu, masyarakat Kampung Wagomani setiap tahun menyelenggarakan dua agenda penting, yaitu peringatan HUT Tota Manaa Tadauto setiap 9 Mei dan Hari Misi Katolik di Debei setiap 5 Oktober. Kedua kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat dan turut menjadi perhatian pemerintah kampung dalam menyusun skala prioritas anggaran.


"Masih banyak kebutuhan lain yang harus kami perhatikan dalam penggunaan Dana Desa. Walaupun anggaran yang tersedia terbatas, kami tetap berupaya membagi dan mengelolanya secara adil sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Beatrix.


Ia mengimbau masyarakat agar tidak hanya melihat besarnya realisasi anggaran, tetapi juga memahami kondisi riil yang dihadapi setiap kampung sebelum memberikan penilaian.


"Silakan memberikan kritik dan masukan, tetapi terlebih dahulu lihat situasi dan kondisi kampung yang bersangkutan. Setiap kampung memiliki tantangan yang berbeda sehingga kebijakan anggarannya pun tidak selalu sama," katanya.


Beatrix menegaskan bahwa Pemerintah Kampung Wagomani akan terus berkomitmen menjalankan tata kelola Dana Desa secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


Sejumlah warga memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kampung Wagomani yang dinilai tetap berusaha memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Mereka berharap semangat kolaborasi antara pemerintah kampung dan masyarakat terus terjaga agar pembangunan di Kampung Wagomani dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan.




Penulis adalah Admin Penyuluh Pertanian Kabupaten Deiyai ( John Pigai) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.