drh. Daut Edowai Soroti Penanganan Wabah Kematian Ternak Babi di Papua Tengah
Deiyai – Anakkampung.com – Praktisi kesehatan hewan, drh. Daut Edowai, menyoroti penanganan wabah kematian ternak babi yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di berbagai wilayah Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, peternak babi masih belum mengetahui secara pasti penyebab utama penyakit yang menyerang ternak mereka karena minimnya sosialisasi dan pendampingan dari instansi teknis.
Pernyataan tersebut disampaikan drh. Daut Edowai melalui Grup FOKAL IMPT Manokwari PPT, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Menurut Daut, dinas yang membidangi peternakan di tingkat kabupaten perlu lebih aktif turun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan, edukasi, serta pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat.
"Sampai hari ini petani dan peternak babi belum mengetahui penyebab penyakit yang sebenarnya karena dinas peternakan kabupaten tidak pernah melakukan sosialisasi. Bila dinas peternakan berperan aktif bersama petani, maka para peternak sudah mengerti mengenai penyakit yang menyerang ternaknya," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan hewan, khususnya untuk ternak babi yang memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Papua.
Menurutnya, para bupati dan DPRD di setiap kabupaten perlu memberikan perhatian lebih kepada dinas teknis agar program pengendalian penyakit hewan dapat berjalan secara maksimal.
Selain itu, Daut berpendapat bahwa jabatan Kepala Dinas Peternakan idealnya diisi oleh pejabat yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang ilmu peternakan atau kesehatan hewan, sehingga kebijakan dan penanganan teknis dapat dilakukan secara lebih profesional.
Ia juga menyoroti belum optimalnya sistem pelaporan kejadian penyakit hewan. Menurutnya, setiap tahun terjadi wabah kematian ternak babi di sejumlah daerah, namun tidak semua kasus dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penyusunan langkah pengendalian.
"Saat ini kematian ternak babi di wilayah Provinsi Papua Tengah seolah dianggap biasa, padahal kebutuhan masyarakat terhadap daging babi masih sangat tinggi," katanya.
Drh. Daut berharap pemerintah daerah, dinas teknis, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pelayanan kesehatan hewan, meningkatkan sosialisasi kepada peternak, memperbaiki sistem pelaporan penyakit hewan, serta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian wabah demi menjaga keberlangsungan usaha peternakan babi di Papua Tengah.
Penulis adalah pengamat cerita-Cerita ( John Pigai)

Post a Comment