MENASE M. PIGAI ANGKAT IDENTITAS ORANG MEE LEWAT BUKU “TII KOTEKA”
Foto Nasom Pigai
Dogiyai - Anakkampung. Com— Pemikiran dan gagasan Nason Pigai kembali menjadi sorotan melalui karya bukunya yang berjudul Tii Koteka. Buku ini dinilai sebagai jejak intelektual penting yang merekam sekaligus merefleksikan kehidupan sosial-budaya masyarakat Mee di wilayah Meewo.
Karya tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi budaya, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang identitas, nilai adat, serta filosofi hidup orang Mee. Dalam buku ini, “Tii Koteka” digambarkan sebagai simbol monumental yang merepresentasikan hubungan erat antara manusia, alam, adat, dan spiritualitas sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Melalui pemikirannya, Nason Pigai mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Mee, untuk tidak hanya mempertahankan budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadikannya sebagai fondasi dalam membangun peradaban masa depan. Ia menekankan bahwa kesadaran budaya yang kuat akan melahirkan identitas yang kokoh, menjaga martabat, serta memungkinkan masyarakat beradaptasi dengan modernitas tanpa kehilangan jati diri.
Lebih jauh, buku ini juga menjadi seruan intelektual bagi generasi kini dan mendatang agar terus merawat, mengkaji, dan mengembangkan nilai-nilai adat sebagai sumber pengetahuan dan kebijaksanaan lokal. Upaya ini dinilai penting dalam menentukan arah pembangunan masyarakat Mee di Tanah Papua.
Sebagai penutup, pesan yang disampaikan melalui karya ini menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya mengenal, menghormati, dan menjaga akar budayanya sendiri.
“Adat dan budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas yang memberi arah bagi masa depan generasi.”
Penulis adalah Menase M Pigai

Post a Comment