Header Ads

ads header

Mama dan Harapan di Pagi Hari

 


Oleh 
Lena Edowai

Dogiyai - Anakkampung.com - Setiap pagi, ketika matahari belum menampakkan sinarnya, Mama sudah terbangun dari tidurnya. Dengan langkah perlahan ia menuju dapur sederhana di sudut rumah. Tidak banyak yang tersedia di sana. Kadang hanya ada air hangat untuk mengganjal perut sebelum memulai aktivitas.


Setiap pagi Mama bangun membawa harapan, meski perut kadang menahan lapar. Dengan tenaga yang tersisa ia berjuang, mencari nafkah di lanjut usia yang kian senja.


Usia Mama tidak lagi muda. Rambutnya telah memutih dan keriput menghiasi wajahnya. Namun, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap hari ia berjalan menuju pasar untuk menjual hasil kebun atau barang-barang kecil yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup.


Di tengah keramaian pasar, Mama duduk dengan sabar menunggu pembeli. Terkadang dagangannya cepat habis, tetapi tidak jarang ia harus pulang dengan sebagian barang masih tersisa. Meski demikian, ia tidak pernah mengeluh. Baginya, setiap hari adalah kesempatan baru yang patut disyukuri.


"Selama masih bisa berjalan dan bekerja, Mama akan terus berusaha," katanya suatu hari kepada tetangganya.


Kata-kata itu sederhana, tetapi penuh makna. Mama memahami bahwa hidup tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika hujan turun deras dan membuatnya tidak bisa berjualan. Ada pula hari ketika tubuhnya terasa lelah dan sakit. Namun, ia tetap bangkit setiap pagi.


Suatu sore, setelah seharian berjualan, Mama pulang membawa sedikit beras dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Nilainya mungkin tidak seberapa bagi orang lain, tetapi bagi Mama itu adalah hasil perjuangan yang sangat berharga.


Di beranda rumahnya, ia duduk menikmati angin sore sambil memandang langit yang mulai berwarna jingga. Wajahnya tampak lelah, tetapi senyumnya tidak pernah hilang.


Mama tahu bahwa usianya terus bertambah dan tenaganya semakin berkurang. Namun, harapan di dalam hatinya tetap hidup. Harapan untuk melihat keluarganya bahagia, harapan untuk menjalani hari esok dengan lebih baik, dan harapan bahwa Tuhan akan selalu menyertai langkahnya.


Karena bagi Mama, kekuatan terbesar bukanlah tubuh yang kuat, melainkan hati yang tidak pernah menyerah. Di usia senjanya, ia terus mengajarkan bahwa perjuangan dan harapan adalah dua hal yang harus selalu berjalan bersama.



Penulis adalah Pengamat Cerita-Cerita (Lena Edowai) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.