Header Ads

ads header

Jahe dari Hati Ibu

 


Dogiyai- Anak kampung.com - Di sebuah desa kecil di lereng gunung, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Arman. Arman tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil yang dikelilingi oleh kebun jahe yang rimbun. Ibunya terkenal sebagai penjual jahe terbaik di desa, dan Arman sering membantu ibunya memanen dan mengolah jahe untuk dijual.

Suatu hari, Arman jatuh sakit dan demam tinggi. Ibunya segera membuatkan wedang jahe hangat untuk Arman. Arman meminumnya dengan enggan, tapi setelah beberapa saat, dia merasa sedikit lebih baik. Ibunya tersenyum dan berkata, "Jahe ini ajaib, kan?"

Arman tersenyum lemah dan mengangguk. Sejak itu, setiap kali Arman sakit, ibunya selalu membuatkan wedang jahe untuknya. Arman merasa bahwa jahe itu memang memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.

Tahun-tahun berlalu, Arman tumbuh dewasa dan harus pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikannya. Dia merindukan ibunya dan wedang jahe hangatnya. Suatu hari, ketika Arman sedang stres dan lelah, dia teringat pada wedang jahe ibunya. Dia segera membuatkan jahe hangat dan meminumnya sambil mengingat ibunya.

Tiba-tiba, Arman merasa seperti ibunya ada di sampingnya, merawatnya dan memberinya kekuatan. Arman tersenyum dan merasa lebih baik. Dia menyadari bahwa jahe itu bukan hanya sekedar minuman, tapi juga simbol cinta dan kasih sayang ibunya.

Dari hari itu, Arman selalu membawa jahe di mana pun dia pergi. Dia ingin selalu teringat pada ibunya dan kekuatan jahe yang bisa menyembuhkan dan menghangatkan hati. Dan setiap kali dia meminum wedang jahe, dia merasa seperti ibunya ada di sampingnya, memberinya cinta dan kekuatan.


Penulis adalah ibu Guru TK Pumaiye Kampung Widuwakia Distrik Tigi Barat Kabupaten Deiyai.

Waghete, 30 Oktober 2025

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.